
Kerinci (MTsN 4 Kerinci) - Agenda Jambore Daerah (Jamda) Jambi Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Abdul Rahman Sayuti kian kaya dengan muatan edukasi. Hari ini Senin (22/06), seluruh Pramuka Penggalang se-Provinsi Jambi mengikuti rangkaian Giat Budaya yang dirancang khusus untuk mengenalkan dan melestarikan warisan leluhur Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Dalam kegiatan bernilai tinggi ini, para peserta mendapatkan kesempatan istimewa untuk belajar langsung dari para pemateri kompeten yang dihadirkan dari Lembaga Adat Melayu Jambi.
Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Kerinci, termasuk di dalamnya siswi berprestasi dari MTsN 4 Kerinci, Ananda Nada Fajria Salsabila, mengikuti seluruh jalannya kegiatan kebudayaan ini dengan penuh antusias dan rasa ingin tahu yang besar.

Giat budaya kali ini dikemas secara interaktif melalui beberapa materi utama yang merepresentasikan keindahan adat Melayu Jambi, di antaranya mengenal Tarian Sekapur Sirih dimana peserta diajak membedah makna mendalam di balik gerakan Tari Sekapur Sirih sebagai tarian wajib penyambutan tamu agung di Provinsi Jambi, mulai dari filosofi sekapur sirih hingga tata caranya. Selain itu, peserta jamda juga belajar Seloko dan Pantun, para penggalang diajari seni bertutur kata khas Melayu Jambi. Mereka belajar menyusun pantun serta memahami Seloko, ungkapan adat bersajak yang sarat akan pesan moral, petuah, dan nilai-nilai kehidupan. Disamping belajar tari sekapur sirih dan Seloko Jambi, para peserta jamda juga belajar Hasta Karya Tradisional, kegiatan sesi kreatif di mana peserta mempraktikkan pembuatan kerajinan tangan tradisional yang menjadi bagian dari perlengkapan adat atau identitas budaya lokal.
Para pemateri dari Lembaga Adat Melayu Jambi tampak telaten dan interaktif dalam menyampaikan materi, sehingga suasana belajar budaya terasa sangat hidup, seru, dan jauh dari kesan membosankan.

Keikutsertaan Nada Fajria Salsabila dalam giat budaya ini dinilai sangat positif oleh pihak madrasah. Melalui forum berskala provinsi ini, peserta tidak hanya ditempa menjadi tangguh secara fisik, tetapi juga diperkaya wawasan dunianya agar tumbuh menjadi generasi muda yang mencintai kebudayaan daerahnya sendiri.
"Kami sangat bersyukur Ananda Nada bisa mendapatkan ilmu yang sangat mahal ini langsung dari pakar adatnya. Pramuka itu mutlak harus tahu dan mencintai budayanya. Semoga pengetahuan tentang Tari Sekapur Sirih, Seloko, dan pantun ini bisa dibawa pulang ke madrasah untuk ditularkan kepada teman-temannya di Kerinci," ungkap Kepala MTsN 4 Kerinci secara terpisah.
Melalui kegiatan budaya yang digelar oleh panitia Jamda Jambi 2026 ini, diharapkan jalinan persaudaraan antar-anggota Pramuka penggalang semakin erat, sekaligus menjadi benteng kokoh dalam menjaga kelestarian adat istiadat Jambi di tengah arus modernisasi. Salam Pramuka!
Penulis : Eka Mutia, S.Pd
Dokumentasi : Fidiawati, S.Pd
Kunjungi Media Sosial MTsN 4 Kerinci
Facebook : MTsN IV Kerinci
Instagram : mtsn_4kerinci
Tiktok : MTsN 4 Kerinci
Website : mtsn4kerinci.mdrsh.id
|
158x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...