
KERINCI – Di tengah arus modernisasi dan tantangan digital yang semakin kompleks, penanaman karakter dan akhlak mulia pada anak menjadi perhatian utama dunia pendidikan. Menyikapi hal tersebut, keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Kerinci merilis sebuah ulasan edukatif mengenai pentingnya meluruskan sudut pandang terkait pembentukan karakter anak, dengan menegaskan bahwa fondasi utama adab seorang anak sejatinya lahir dan tumbuh dari dalam rumah, Kamis (28/05/2026).
Melalui pesan edukatif ini, pihak madrasah mengajak seluruh orang tua/wali murid untuk memperkuat sinergi, karena sekolah bukanlah bengkel tempat memperbaiki moral anak secara instan, melainkan mitra yang berfungsi menguatkan kebiasaan baik yang sudah diajarkan di rumah.
Rumah Sebagai Madrasah Pertama, Sekolah Sebagai Penguat
Kalimat bijak "Adab datang dari rumah, sekolah hanya menguatkan" menjadi esensi penting yang harus diresapi bersama. Rumah adalah tempat pertama seorang anak melihat, mendengar, dan meniru perilaku manusia di sekitarnya. Di rumahlah kata-kata santun, cara menghormati orang yang lebih tua, dan dasar-dasar kejujuran pertama kali ditanamkan oleh ayah dan ibu.
Ketika anak melangkah masuk ke gerbang MTsN 4 Kerinci, jajaran majelis guru dan tenaga pendidik (PTK) bertugas untuk merawat, memperluas, dan menguatkan fondasi adab tersebut melalui kurikulum berbasis agama, kedisiplinan madrasah, dan pembiasaan ibadah. Jika di rumah pondasi adabnya sudah kokoh, maka di sekolah guru akan lebih mudah mengantarkan anak menuju puncak prestasi yang berakhlakul karimah.
Satu Tujuan: Menjadi Teladan Terbaik Bagi Anak
Sinergi yang harmonis antara orang tua dan pihak madrasah tidak dapat ditawar lagi. Keduanya tidak boleh berjalan sendiri-sendiri atau saling melempar tanggung jawab. Hubungan antara sekolah dan rumah adalah kemitraan sejajar yang memiliki satu tujuan mulia yang sama: menciptakan lingkungan terbaik bagi pertumbuhan jiwa anak.
Kunci utama dari keberhasilan sinergi ini bukanlah rentetan nasihat atau aturan yang mengekang, melainkan keteladan nyata. Anak-anak adalah peniru yang sangat ulung; mereka tidak selalu mendengarkan apa yang kita katakan, tetapi mereka selalu melihat apa yang kita lakukan.
"Mari kita satukan langkah dan visi. Antara orang tua di rumah dan guru di madrasah, kita harus kompak memberikan contoh nyata. Saat kita menuntut anak untuk disiplin shalat, jujur, dan berkata santun, maka kita sebagai orang dewasa di sekeliling mereka harus menjadi cermin pertama yang mempraktikkan nilai-nilai tersebut. Anak-anak kita butuh teladan hidup, bukan sekadar kata-kata," ungkap perwakilan bidang kesiswaan madrasah.
Membangun Generasi Rabbani yang Seimbang
Melalui momentum refleksi pendidikan ini, MTsN 4 Kerinci berharap ikatan komunikasi antara wali kelas dan orang tua murid terjalin semakin erat dan transparan. Dengan adanya kesamaan bahasa antara pola asuh di rumah dan pola didik di madrasah, potensi penyimpangan perilaku pada remaja dapat ditekan sedini mungkin.
Mari bersama-sama kita jadikan rumah sebagai mata air adab yang teduh, dan madrasah sebagai ladang ilmu yang subur. Bersinergi dengan hati, melangkah dengan keteladanan, demi melahirkan generasi muda Kerinci yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga agung dalam perangai dan adabnya.
Penulis : Eka Mutia, S.Pd
Kunjungi Media Sosial MTsN 4 Kerinci
Facebook : MTsN IV Kerinci
Instagram : mtsn_4kerinci
Tiktok : MTsN 4 Kerinci
Website : mtsn4kerinci.mdrsh.id
|
9x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...