
Kerinci (MTsN 4 Kerinci) - Suasana di dalam Aula Utama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Kerinci mendadak berubah menjadi sangat emosional dan penuh rona kesedihan. Air mata tak terbendung tumpah dari ratusan pasang mata yang hadir saat memasuki momen paling sakral dalam rangkaian acara perpisahan dan pelepasan siswa-siswi kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026, yaitu prosesi sungkeman kepada orang tua/wali murid.
Prosesi yang dirancang sebagai bentuk bakti, permohonan maaf, dan ungkapan terima kasih tulus anak kepada orang tua ini berhasil mengunci perhatian dan menguras air mata seluruh hadirin di dalam ruangan.
Suasana magis penuh keharuan dimulai ketika lampu aula sedikit diredupkan. Diiringi alunan melodi instrumen lagu bertema ayah dan ibu yang mendayu lambat, serta pembacaan puisi perpisahan yang dibawakan secara apik dan mendalam, para siswa kelas IX bersimpuh lalu bersujud di pangkuan orang tua masing-masing.
Mendengar bait demi bait puisi yang menyayat hati tentang pengorbanan tanpa lelah orang tua, pertahanan mental para siswa runtuh. Isak tangis ratusan siswa langsung pecah di dalam pelukan hangat ibu dan ayah mereka. Tampak para siswa memeluk erat, mencium tangan, dan membasuh kaki orang tua mereka seraya membisikkan kata maaf atas segala khilaf selama ini.
Orang tua yang hadir pun tidak kuasa menahan bendungan air mata. Mereka mendekap erat putra-putri mereka, mengelus rambut, dan membisikkan doa-doa terbaik serta rida untuk masa depan anak-anaknya.

Dahsyatnya atmosfer emosional di panggung sungkeman ini menjalar ke seluruh penjuru aula. Tidak hanya para siswa dan orang tua yang menangis, jajaran majelis guru, staf tata usaha, penonton, hingga tamu undangan yang menyaksikan momen tersebut dari deretan kursi fungsional tampak ikut terharu dan menyeka air mata mereka menggunakan tisu dan sapu tangan.
Pihak panitia pelaksana menyampaikan bahwa momen sungkeman ini sengaja dihadirkan sebagai inti dari esensi kekeluargaan di MTsN 4 Kerinci, agar lulusan madrasah tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan emosional dan bakti yang tinggi kepada orang tua."Ini adalah momen yang sangat sakral. Kami ingin menanamkan di dalam hati anak-anak kita bahwa di balik selembar medali kelulusan yang mereka pakai hari ini, ada tetesan keringat, air mata, dan doa malam yang tidak pernah putus dari ayah dan ibu mereka. Restu orang tua adalah kunci sukses mereka di jenjang berikutnya," ungkap salah satu guru senior dengan nada bergetar penuh haru.
Suasana haru ini berlangsung cukup lama hingga prosesi pembacaan puisi dan instrumen pengiring selesai. Setelah emosi perlahan mereda, para siswa bangkit dengan wajah sembap namun memancarkan kebahagiaan, kembali menggandeng tangan orang tua mereka dengan rasa hormat yang lebih dalam.
Momen sungkeman pada acara perpisahan MTsN 4 Kerinci ini sukses menjadi coretan kenangan yang paling membekas, indah, dan menyentuh sanubari, sekaligus menjadi bukti kuatnya ikatan batin kekeluargaan di antara siswa, orang tua, dan madrasah.
Penulis : Eka Mutia, S.Pd
Dokumentasi : M. Rhozak Maliki, S.Ap, Ika Serma Juliana, S.Pd, Munawaroh, S.Pd dan Sella Silviyani, S.Pd
Kunjungi Media Sosial MTsN 4 Kerinci
Facebook : MTsN IV Kerinci
Instagram : mtsn_4kerinci
Tiktok : MTsN 4 Kerinci
Website : mtsn4kerinci.mdrsh.id
|
193x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...